QUO VADIS LEMBAGA PENDIDIKAN DAYAH PASCA KEMERDEKAAN DAN PASCA REFORMASI

  • Maskuri Universitas Islam Malang
  • Muhammad Riza Universitas Islam Malang
  • Subardi Universitas Islam Malang
Keywords: Pendidikan Islam Dayah, Pasca Kemerdekaan, Era Pasca Reformasi

Abstract

Lembaga pendidikan Islam Dayah merupakan tradisi belajar mengajar Islam yang telah ada sejak masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara pada abad ke-8 Masehi. Perkembangan institusi Dayah sejak kemunculannya mengalami pasang surut dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberikan interpretasi atas perubahan institusi pendidikan Islam Dayah pasca kemerdekaan Indonesia yang menjadi momentum kebangkitannya pasca penjajahan dan perkembangannya pasca reformasi, khususnya sejak ditetapkannya Undang-Undang Pemerintahan Aceh No.11 Tahun 2006. Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Dayah di Aceh. Untuk menggali data terkait, penelitian ini melakukan wawancara terhadap sejumlah informan yang terdiri dari Praktisi Dinas Pendidikan, Abu, Teungku dan pengurus Dayah di Aceh. Untuk mendukung data terkait, penelitian ini juga menggunakan observasi dan studi dokumenter tentang Dayah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Dayah pasca kemerdekaan Indonesia sangat dipengaruhi oleh jaringan Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan yang dikembangkan oleh Abuya Syeikh Muhammad Wali Al-Khalidy. Sementara itu, perkembangan Dayah pasca reformasi mulai bergeser pengelolaannya dari pola berbasis masyarakat menjadi berbasis pemerintahan dengan melibatkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah berupa pengawasan, pengawasan mutu dan penguatan kapasitas manajerial sebagai wujud implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abubakar, M. (2015). Pesantren di Aceh : Perubahan, Aktualisasi dan Pengembangan. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.

Ahmad, K. B. (2017). Acehnologi (Volume 2). Banda Aceh: Bandar Publishing.

Armia, N. (2014). Teungku Dayah dan Kekuasaan Panoptik. Substantia, 16(1), 13–33.

http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v16i1.4914

Azmi, K. (2020). Aceh Vs Barus di Panggung Sejarah Islam (Cet. Perta). Malang: Ahli Media Press.

Bakri, M. (2009). Formulasi dan Implementasi Kebijakan Pendidikan Islam Analisis Kritis Terhadap Proses Pembelajaran. Surabaya: Visipress Media.

Bambang, W. (2013). Resolusi Konflik Untuk Aceh : Kiprah Masyarakat Aceh Non GAM dalam Perdamaian di Serambi Mekah Pasca MoU Helsinki. Jakarta: CV. Makmur Cahaya Ilmu.

Bogdan dan Taylor. (1975). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Karya.

Dhofier, Z. (1994). Tradisi Pesantren, cet. VI, Jakarta: LP3ES.

Dhuhri, S. (2014). Dayah : Menapaki Jejak Pendidikan Warisan Endatu Aceh. Banda Aceh: Lhee Sagoe Press.

Dicky, W. (2017). Pemikiran Tasawuf Syaikh Muhammad Waly Al-Khalidy. Aricis, 1(2016), 351-367.

https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/aricis/article/view/958

Djaelani, A. Q. (1994). Peran Ulama dan Santri Dalam Perjuangan Politik Islam di Indonesia (Cetak Pert). Surabaya: PT Bina Ilmu.

Hadi, A. (2014). Dinamika Sistem Institusi Pendidikan Di Aceh. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 2(3), 179-194.

https://www.researchgate.net/publication/282607231_Dinamika_Sistem_Institusi_Pendidikan_di_Aceh

Hamdan. (2017). Dayah Dalam Perspektif Perubahan Sosial. Jurnal Al-HIKMAH, 8(1), 108-121.

https://doi.org/10.32505/hikmah.v8i1.402

Hasbi Amiruddin, M. (2004). Eksistensi Dayah Masa Depan di Provinsi NAD. Lhokseumawe: Buletin MPU Kabupaten Aceh Utara.

Hasbi Amiruddin, M. (2010). Apresiasi Dayah sebagai lembaga Pendidikan Islam di Aceh. Banda Aceh: Yayasan Pena.

Hasbi Amiruddin, M. (2013). Menatap Masa Depan Dayah di Aceh. Banda Aceh: Yayasan Pena.

Hasjmi, A. (1993). Kebudayaan Aceh dalam Sejarah. Jakarta: Benua Bintang.

Ilyas, M. (2012). Pendidikan Dayah di Aceh Mulai Hilang Identitas. Banda Aceh: Bandar Publishing

Marzuki, M. (2011). Sejarah Dan Perubahan Pesantren Di Aceh. Millah, 11(1), 222-233. https://doi.org/10.20885/millah.vol11.iss1.art11

Mashuri, M. (2013). Dinamika Sistem Pendidikan Islam Di Dayah. Jurnal Ilmiah Didaktika, 13(2), 260-270.

https://doi.org/10.22373/jid.v13i2.477

Mastuhu, M. (2005). Membangun Konsep Pendidikan dalam Era Multikultural. Unisia, 58(IV), 347-356.

https://doi.org/10.20885/unisia.vol28.iss58.art1

Miles Matthews, Huberman, S. (2014). Qualitative Data Analysis : A Methods Sourcebook (3 Edition). Los Angeles/London/New Delhi/Singapore/Washington: Sage

Mizaj, M. (2018). Dayah Darussalam Network and Dayah Awakening in Aceh. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 1(3), 13-21.

https://doi.org/10.33258/birci.v1i3.27

Saiful. (2018). Model Pendidikan Karakter pada Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan. Mudarrisuna, 8(1), 195-216.

http://dx.doi.org/10.22373/jm.v8i1.2447

Silahuddin, S. (2016). Budaya Akademik Dalam Sistem Pendidikan Dayah Salafiyah Di Aceh. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 40(2), 349-369.

https://doi.org/10.30821/miqot.v40i2.296

Sukamto. (1999). Kepemimpinan Kiai Dalam Pesantren (Cet. 1). Jakarta: LP3ES.

Published
2020-12-13
How to Cite
Maskuri, Riza, M., & Subardi. (2020). QUO VADIS LEMBAGA PENDIDIKAN DAYAH PASCA KEMERDEKAAN DAN PASCA REFORMASI. Jurnal As-Salam, 4(2), 284-300. https://doi.org/10.37249/as-salam.v4i2.223