STRATEGI PEMBERDAYAAN GURU SEJARAH UNTUK MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL MANDAILING DI SMAS MUHAMMADIYAH 13 PANYABUNGAN, MANDAILING NATAL

Penulis

  • Mukhlis Lubis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Graha Nusantara, Indonesia
  • Ali Padang Siregar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Graha Nusantara, Indonesia
  • Muhammad Yusuf Ritonga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Graha Nusantara, Indonesia
  • Andi Saputra Mandopa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Graha Nusantara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37249/jpma.v6i2.1681

Kata Kunci:

Pemberdayaan Guru, Pembelajaran Sejarah, Bahan Ajar, Kearifan Lokal

Abstrak

Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal merupakan strategi penting dalam pembelajaran sejarah yang kontekstual. Artikel ini membahas pemberdayaan guru sejarah melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAS Muhammadiyah 13 Panyabungan, Panyabungan, dengan fokus pada pemanfaatan kearifan lokal Mandailing sebagai sumber bahan ajar. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa guru sejarah membutuhkan penguatan kompetensi dalam literasi sejarah lokal, teknik penulisan bahan ajar, serta pemilihan sumber sejarah Mandailing yang valid. Artikel ini juga memasukkan pandangan Nur Aisah, S.Pd. Sebagai Guru dan padangan Kepala Sekolah Endah Timbul, S.Ag. mengenai urgensi integrasi budaya Mandailing dalam pembelajaran. Program PKM ini terbukti meningkatkan kemampuan guru dalam merancang bahan ajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan karakter peserta didik.

Referensi

Agus, W. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Sejarah Lokal. Yogyakarta: Ombak.

Endacott, J.L. and Brooks, S. (2018). Historical Empathy. In The Wiley International Handbook of History Teaching and Learning, pp. 203-225 (eds S.A. Metzger and L.M. Harris). https://doi.org/10.1002/9781119100812.ch8

Fredella, C. & Zecca, L. (2020). Local history and identity building: a case study in the field of active citizenship education. Investigación en la Escuela, 100, 88-102. DOI: https://dx.doi.org/10.12795/IE.2020.i100.07

Hamzah, U. B. (2016). Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Johnson, E. B. (2007). Contextual teaching and learning: Menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikkan dan bermakna (Terjemahan Ibnu Setiawan). Mizan Learning Center.

Koentjaraningrat, K. (2005). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Majid, A. (2014). Perencanaan pembelajaran: Mengembangkan standar kompetensi guru. PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. (2017). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslich, M. (2010). Text book writing: Dasar-dasar pemahaman, penulisan, dan pemakaian buku teks. Ar-Ruzz Media.

Sam, W. (2001). Historical Thinking and Other Unnatural Acts. Philadelphia: Temple University Press.

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.

Sardiman. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar (Edisi revisi). PT RajaGrafindo Persada.

Sartono, K. (1992). Pengantar Sejarah Indonesia Baru. Jakarta: Gramedia.

Suyanto. (2013). Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal. Jakarta: Kencana.

Wibowo, A. (2016). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah. Pustaka Pelajar.

Diterbitkan

2026-07-01

Cara Mengutip

Lubis, M., Siregar, A. P., Ritonga, M. Y. ., & Mandopa, A. S. (2026). STRATEGI PEMBERDAYAAN GURU SEJARAH UNTUK MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL MANDAILING DI SMAS MUHAMMADIYAH 13 PANYABUNGAN, MANDAILING NATAL. JPMA - Jurnal Pengabdian Masyarakat As-Salam, 6(2), 120–127. https://doi.org/10.37249/jpma.v6i2.1681